Pengertian dan Jenis Mati Syahid

Pengertian dan Jenis Mati Syahid

Pengertian dan Jenis Mati Syahid di Dunia dan Akhirat - Mati dalam keadaan Syahid merupakan salah satu terminologi dalam Islam yang artinya adalah seorang Muslim yang meninggal ketika berperang atau berjuang di jalan Allah membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk menegakkan agama Allah. Orang yang pertama mati Syahid adalah seorang wanita Syahidah yaitu Sumayyah binti Khayyat. Ada beberapa jenis-jenis mati syahid yang dijelaskan para ulama.

Adapun Jenis-jenis Mati di Jalan Allah Adalah :

  • Mati Syahid di dunia dan akhirat
  • Mati Syahid di dunia, namun bukan mati syahid di akhirat
  • Mati Syahid di akhirat, namun bukan mati syahid di dunia


Pengertian Mati Syahid di Dunia dan Akhirat

Syahid di dunia dan akhirat, akan mendapatkan pahala syahadah (yang sempurna). Orang yang dihukumi sebagai syahid di dunia dan akhirat adalah orang yang gugur dalam perang dalam, keadaan sedang maju bukan sedang kabur, dalam rangka menegakkan kalimat (agama) Allah. Dan ia tidak makan dan minum setelah terluka dan jatuh di pertempuran dalam keadaan belum mendapatkan pengobatan. Sebagian ulama, orang yang terluka di peperangan lalu sempat makan, minum dan mendapat pengobatan setelah terlukanya, maka ia tidak dihukumi syahid. Kecuali jika hanya makan atau minum sedikit saja kemudian wafat setelah terlukanya, (maka masih dihukumi syahid).

Pengertian Mati Syahid di Dunia

Syahid di dunia adalah orang yang gugur dalam perang, dalam keadaan maju bukan kabur, namun niatnya bukan dalam rangka menegakkan kalimat (agama) Allah. Maka di dunia ia dihukumi sebagai syahid secara zahirnya. Namun di akhirat, di sisi Allah, ia tidak mendapatkan pahala syahid.

Pengertian Mati Syahid di Akhirat  bukan Syahid di Dunia

Adapun syahid di akhirat yang bukan syahid dunia, ia diperlakukan di akhirat kelak sebagaimana orang yang mati syahid dan mendapatkan pahala syahid. Adapun di dunia, jenazahnya tetap dimandikan, dikafankan, dishalati, dan jenazahnya diperlakukan sebagaimana jenazah kaum Muslimin pada umumnya. Contoh mati syahid di akhirat tapi bukan di dunia adalah sebagai berikut :

  1. Al Mabthun, orang yang meninggal karena penyakit di perutnya
  2. Al Ghariq (orang yang mati tenggelam)
  3. Al Hariq (orang yang mati terbakar)
  4. Orang yang sakit dzatul janbi (semacam penyakit paru-paru)
  5. Wanita yang meninggal ketika nifas
  6. Al Gharib, orang yang meninggal jauh di luar daerah tempatnya tinggal sehingga ia asing di sana dan yang lainnya semisal mereka, mendapatkan syahid di akhirat. Namun bukan syahid di dunia.


Lalu bagaimana kita mengetahui bahwa seorang muslim itu mati syahid atau tidak ? Ada beberapa manusia yang bisa mengetahui orang yang mati syahid dengan ciri-cirinya mati syahid ada beberapa ciri-ciri mati syahid yang akan dibahas dalam postingan kali ini.

Allah SWT, dalam berbagai nash Al-Quran dan petikan hadist, sudah memberikan keutamaan dan keistimewaan kepada orang yang mati syahid, adapun keutamaan dan keistimewaan mati syahid serta ciri-ciri mati syahid adalah sebagai berikut :

Keutamaan dan Keistimewaan Mati Syahid Serta Ciri-ciri Mati Syahid

1. Bau darahnya seperti aroma misk

“Demi dzat yang jiwaku ditanganNya! Tidaklah seseorang dilukai dijalan Allah-dan Allah lebih tahu siapa yang dilukai dijalanNya-melainkan dia akan datang pada hari kiamat : berwarna merah darah sedangkan baunya bau misk,” (HR. Ahmad dan Muslim).

Dr. Abdullah Azzam menyampaikan, “Subhanallah! Sungguh kita telah menyaksikan hal ini pada kebanyakan orang yang mati syahid. Bau darahnya seperti aroma misk (minyak kasturi). Dan sungguh disakuku ada sepucuk surat-diatasnya ada tetesan darah Abdul wahid (Asy Syahid, insya Allah) dan telah tinggal selama 2 bulan, sedangkan baunya wangi seperti misk.”

2. Tetesan darahnya merupakan salahsatu tetesan yang paling dicintai Allah.

“Tidak ada sesuatu yang dicintai Allah dari pada dua macam tetesan atau dua macam bekas : tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang tertumpah dijalan Allah; dan adapun bekas itu adalah bekas (berjihad) dijalan Allah dan bekas penunaian kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah,” (HR. At Tirmidzi – hadits hasan).

3. Ingin dikembalikan lagi ke dunia (untuk syahid lagi)

4. Ditempatkan di surga firdaus yang tertinggi

5. Arwah Syuhada ditempatkan di tembolok burung hijau

6. Orang yang mati syahid itu hidup

7. Syahid itu tidak merasakan sakitnya pembunuhan

“Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (kesakitan) pembunuhan kecuali sebagaiman seorang diantara kalian merasakan (sakitnya) cubitan.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i – hadits hasan)

Dan diriwayat yang shahih :
“Orang yang mati syahid itu tidak mendapatkan sentuhan pembunuhan kecuali sebagaimana salah seorang diantara kalian mendapatkan cubitan yang dirasakannya.”

Dr. Abdullah Azzam menceritakan, ” Kami melihat hal ini pada saudara kami, Khalid al-kurdie dari Madinah al Munawwaroh ketika ranjau meledak mengenainya, sehingga terbang kakinya, terbelah perutnya, keluar ususnya dan terkena luka ringan pada tangan luarnya. Datanglah Dr. Shalih al-Laibie mengumpulkan ususnya dan mengembalikan kedalam perutnya seraya menangislah Dr. Shalih. Maka bertanyalah Khalid al-Kurdie kepadanya : ‘Mengapa engkau menangis, dokter? Ini adalah luka ringan pada tanganku.’ dan tinggalah dia berbincang-bincang dengan meraka selama 2 jam hingga akhirnya ia menjumpai Allah. Dia tidak merasakan bahwasanya kakinya telah terpotong dan perutnya terbuka.”

Subscribe to receive free email updates: